Menjalanj latihan di saat puasa Ramadan, sudah menjadi hal lumrah bagi pemain-pemain Liga 1. Sebab ini bukan kali pertama mereka menjalani ibadah saat persiapan tim berjalan, bahkan ketika kompetisi tengah berlangsung. Sementara bagi sebagian pemain yang tak hanya menajdikan sepak bola sebagai pekerjaan, harus bisa membagi waktu dengan baik di saat seperti ini.
Sultan Samma salah satunya. Pemain senior di Pesut Etam ini tak hanya bermain bola, tetapi juga menjadi salah satu pegawai BUMD, tepatnya di PDAM Tirta Kencana Samarinda.

Menurut Sultan, membagi waktu antara latihan sepak bola dan bekerja sudah ia jalani sejak beberapa tahun terakhir. "Latihan di bulan puasa ini normal saja sih. Saya kalau pagi harus ke kantor, sementara sorenya latihan di Stadion Segiri. Alhamdulilah semua bisa berjalan berdampingan dan meskipun puasa tak ada kendala. Apalagi kerja juga menjadi bagian dari Ibadah," ujar pemain PON Kaltim di 2008 lalu tersebut.

Dijelaskannya, mengatur pola makan menjadi salah satu kunci menjaga kekuatan tubuh saat berpuasa dan bekerja. Sebab dengan pola makan yang benar, dikatakan Sultan tubuh tak akan merasa lelah meski harus beraktivitas seharian.

"Mengatur pola makannya harus diperhatikan. Yang penting itu banyak minum saja waktu sebelum berpuasa. Itu penting karena kita mengeluarkan keringat di siang hari,” ujarnya.

Sultan mengatakan, saat latihan sore di lapangan ia pun bisa menjalankannya dengan baik. Terlebih tim pelatih tak memberikan porsi latihan berat selama puasa.
"Tim pelatih sudah pasti memahami kondisi pemain. . jadi programnya tidak terlalu berat dan durasi latihannya juga tidak panjang. Sebelum berbuka puasa kami sudah selesai latihan," beber Sultan. (SU)