Wonderkid Borneo FC Samarinda, M Sihran mewanti-wanti dirinya sendiri dan rekan setimnya untuk tetap fokus mempertahankan level fisik. Karena periode jeda kompetisi dan puasa Ramadan bisa jadi momok jika mereka tak waspada.

Kekhawatirannya bukan tanpa alasan. Karena mayoritas penghuni skuat Pesut Etam adalah seorang Muslim. Saat menjalani kewajiban menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh nanti. Pola tidur dan makan akan berubah. Yang turut memengaruhi kondisi fisik para pemain.

"Kondisi sekarang kita harus terus jaga kondisi, apalagi ada jeda yang panjang dan kita memasuki bulan Ramadan. Kita semua enggak mau kondisi yang sudah dibentuk ini hancur begitu aja. Makanya tiap hari sudah ada jadwal latihan mandiri dari Marcos sampai kita ketemu saat latihan di tanggal 12 nanti," kata Sihran.

Pemain yang mendapat julukan “Messi Sihran” itu menjelaskan. Kondisi fisik para penggawa Borneo FC Samarinda saat ini sudah cenderung baik. Berkat program peningkatan fisik yang dijalani sebulan penuh sebelum berangkat ke Malang untuk mengikuti Piala Menpora.

Masalahnya, kata Sihran, mencapai level ideal itu lebih mudah ketimbang mempertahankannya. Maka yang lebih penting saat ini, para pemain harus punya komitmen menjaga diri masing-masing. Agar sekembalinya tim berkumpul nanti, pelatih bisa melanjutkan program latihan ke sesi teknik dan taktik. Ketimbang kembali membentuk fisik pemain.

Sihran juga berharap, usai Piala Menpora dan Lebaran Idulfitri. Regulator bisa menggelar Liga Indonesia. Sesuatu yang sudah lama dinantikan klub, pemain, dan suporter.

"Kondisi pemain di Piala Menpora kemarin juga bagus, di waktu yang mepet seperti itu secara fisik kita tak kedodoran dan enggak ada pemain yang kram."

"Semoga di tengah latihan kita nanti, sudah ada titik cerah dari PSSI dan operator terkait kapan kompetisi ini digelar. Kompetisi yang kita nanti-nantikan," pungkas Sihran. (ARF)