Menjalani tiga laga dan hanya mampu mencetak dua gol, jelas bukan pencapaian bagus bagi Borneo FC saat berlaga di Piala Menpora lalu. Dua gol diciptakan pemain Borneo FC melalui eksekusi penalti GuyJunior dan Rifal Lastori. Artinya, hanya ada satu gol diciptakan lewat open play.

Ini membuat jajaran pelatih memiliki pekerjaan rumah cukup besar, dalam persiapan menuju Liga 1 mendatang. Memang persiapan masih sangat lama dan masih banyak waktu bagi tim pelatih membenahi kelemahan di lini depan tersebut.

Asisten pelatih Pesut Etam, Ahmad Amiruddin mengaku salah satu fokus jajarannya saat latihan dilakukan kembali memang membenahi kelemahan lini depan. “Salah satu sisi positif kami bermain di Piala Menpora adalah, bisa melihat sampai sejauh mana kekuatan tim sebelum berkompetisi. Memang masih banyak kelemahan, namun yang paling utama adalah ketidakmampuan pemain mencetak gol,” ujar Amir, sapaan akrabnya.

Ia tak memungkiri kelemahan tersebut terjadi juga karena masih lemahnya kekompakan dan saling pengertian antarpemain. Amer Bekic yang diharapkan menjadi penjebol gawang lawan, justru tak bermain maksimal melawan Bhayangkara FC. Sementara di dua partai lainnya, Bekic justru mengalami masalah pada kondisinya.

“Kami masih punya waktu untuk membenahi tim ini sebelum ke kompetisi. Kami akan drill secara khusus untuk penyelesaian akhir. Yang pasti kami akan membenahi semuanya mulai pertahanan, build up sampai penyelesaian,” terangnya.

Saat ditanyakan apakah Borneo FC akan menambah kekuatan dengan mendatangkan pemain baru, Amir tak mau berkomentar banyak. Menurutnya, pemain baru akan didatangkan jika memang sangat dibutuhkan dan tentu saja mendapat persetujuan dari manajemen.

“Nanti kami lihat sampai sejauh mana kebutuhan tim ini akan pemain baru. Kalau memang mendesak dibutuhkan dan manajemen merestui, bisa saja itu terjadi,” tegasnya. (SU)