Piala Menpora 2021 sudah berlalu bagi Borneo FC Samarinda. Dan kini, sudah waktunya kekecewaan harus diubah menjadi sebuah energi baru. Di mana seluruh elemen tim harus sepakat untuk menjalani proses perbaikan dan perubahan.

Gagal di Piala Menpora, menurut gelandang Hendro Siswanto. Bukan berarti Borneo FC Samarinda minim kualitas. Ia yakin talenta yang ada saat ini punya potensi besar. Tapi berbicara kualitas satu unit tim. Tentu bukan kualitas individual saja yang punya peran.

Bagaimana permainan dibangun oleh 11 pemain di lapangan. Menurut Hendro Siswanto adalah hal yang lebih vital. Dan itu yang ia rasakan masih menjadi kekurangan Pesut Etam saat ini. Komunikasi, koordinasi, dan chemistry antar pemain belum terbentuk. Lantaran belum cukup waktu untuk membentuknya.

“Kondisi tim bagus sekali, ya memang banyak pemain baru, pemain muda. Sementara lawan yang kita hadapi merupakan pemain berpengalaman dan tidak banyak mengalami perubahan,” kata Hendro.

“Membentuk tim selama sebulan bisa saja secara fisik ya, tapi secara kekompakan rasanya masih belum dapat,” lanjutnya.

Memang secara fisikal, pemain Borneo FC Samarinda sudah nyaris ideal. Ditengarai pada Piala Menpora lalu, semua pemain bisa menjalani 90 menit pertandingan dengan kondisi prima. Tapi soal komunikasi antar pemain saat bermain di pertandingan. Di bawah tekanan dari tim lawan. Pesut Etam, kata Hendro, harus memperbaikinya di waktu yang ada sebelum kompetisi bergulir.
“Saya optimis dengan masa depan Borneo FC. Karena dengan memiliki banyak waktu dan kesempatan untuk membangun chemistry antar pemain. Juga masalah komunikasi atau koordinasi di lapangan. Melihat kualitas pemain yang kita punya, bagus semua,” pungkasnya. (ARF)