Vakumnya sepak bola Indonesia selama setahun, sudah pasti membawa dampak tak bagus bagi pemain. Tak hanya dari sisi finansial, tetapi juga dari sisi kebugaran dan kekuatan. Dan itu pun terjadi pada para pemain Borneo FC.

Hanya menjadi latihan mandiri tanpa didampingi pelatih, membuat kondisi pemain menurun. Dan selama setahun tak bertanding, membuat kemampuan mereka dalam hal sentuhan bola berkurang.

“Kalau kami lihat dari dua hari latihan sebelumnya di minggu lalu, pemain masih kurang dalam sentuhan bola. Ini cukup wajar, karena mereka jarang berlatih dengan bola saat libur kompetisi. Kebanyakan latihan untuk kekuatan otot saja. Makanya program latihan selain fisik, juga mengkombinasikan dengan game kecil untuk mengembalikan feeling ball mereka, ujar asisten pelatih Borneo FC, Ahmad Amiruddin.

Jika dalam dua kali latihan sebelumnya hanya dijalankan sekali dalam sekali, dua hari terakhir Sultan Samma dkk digenjot dua kali latihan yakni pagi dan sore. Hal ini ujar Amir sebagai bagian dari program meningkatkan fisik pemain. Sebab Amir melihat fisik pemain mengalami penurunan saat ini.

"Kalau kekuatan fisik masih jauh dari kata ideal, namun semangat mereka harus kai lihat juga. Meski terlihat capek, tapi masih mau melahap menu fisik," bebernya.

Hal ini yang membedakan saat latihan mandiri dan bersama. Sebab pemain bisa menghentikan latihan saat mandiri. Sementara saat ini mereka harus memaksakan diri untuk menjalankan program pelatih.

"Ada perbedaan memang untuk pemain yang ikut TC timnas kayak Fajar, Komang maupun Arya. Mereka tetap rutin latihan bersama saat kompetisi diliburkan. Namun ada pula pemain di luar timnas yang saya nilai bagus fisiknya. Salah satunya Hendro Siswanto. Hendro kalau latihan fisik selalu unggul dibandingkan rekan-rekannya di luar timnas,” kata Amir mengakhiri. (SU)