Seluruh pecinta sepakbola Indonesia menghitung hari demi hari tanpa adanya kompetisi sepakbola di negeri ini. Adanya pandemi Covid-19 membuat PSSI dan PT LIB sempat mengundur kompetisi di tiga minggu perdananya. Namun, dengan penyebaran virus yang semakin merebak, membuat operator Liga sampai saat ini belum jua mendapatkan restu dari kepolisian untuk kembali melanjutkan kompetisi.

Imbasnya, seluruh klub terpaksa harus meliburkan tim lebih dari 10 bulan sampai saat ini. Tentu saja, para pemain yang berkompetisi di Liga 1 ini sangat merindukan panasnya persaingan di dalam lapangan. Mochammad Indriyana salah satunya. Ia memaklumi adanya upaya pencegahan penyebaran virus dari pemerintah, namun, ia juga menantikan PSSI dan LIB selaku operator kompetisi bertindak tegas dengan nasib klub yang terus menerus digantung Pinharapannya.

"Saya juga bingung harus bilang apa dan bagaimana. Ya karena kondisi juga mungkin yah lagi seperti ini. Tapi di samping itu kita sebagai pemain dan klub juga perlu kejelasan dari pihak operator liga terkait bergulirnya liga ini. Jangan terus menggantung seperti ini, kasihan semua klub yang terus menunggu ketidakpastian ini," ucap Diky.

Selama libur kompetisi, Diky tetap mengemban kewajibannya dengan terus berlatih dan menjaga kondisi fisiknya di kampung halaman. Sembari mendapatkan waktu berkumpul dengan keluarga, ia juga berharap titik terang mengenai kejelasan kompetisi bisa segera didapat meski harus memperketat peraturan kesehatan.

"Harapan saya semoga operator liga dan pihak-pihak terkait bisa secepatnya memberi kepastian kapan digulirkannya kompetisi ini. Walaupun harus dengan protokol kesehatan, yang penting semuanya ada kejelasan aja buat kita semua," harap pemain berposisi kiper ini. (AM)