Tak dilanjutkannya kompetisi Liga 1 musim ini, membuat banyak klub bisa bernapas lega. Pasalnya, ketidakpastian yang selama ini mereka alami akhirnya terjawab. Seperti diketahui, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) memastikan kompetisi baru akan dimulai pada Februari tahun depan.

Manajer Borneo FC Samarinda, Farid, mengatakan bahwa pihaknya sangat bersyukur karena kepastian kompetisi diperoleh. Sebab sejak ditangguhkan karena tak ada izin keamanan dari kepolisian, seluruh klub menjadi bingung. Sebab tidak ada kepastian kompetisi.

“Alhamdulillah sudah ada kejelasan, bahwa tahun ini dipastikan tidak ada. Harapan kami di tahun depan sebelum betul-betul dimulai kembali, sudah ada kejelasan baik izin kepolisian, jadwal, protokol kesehatan, format pertandingan, subsidi dan semua yang berkaitan dengan kompetisi,” ujar Farid.

Namun di balik kepastian kompetisi ini, Farid mengaku kini klub mengalami masalah dari sisi finansial. Banyaknya biaya yang dikeluarkan tim sejak Maret lalu, benar-benar memukul finansial klub. Sebab tidak ada pemasukan sama sekali bagi klub, karena kompetisi tak digulirkan.

Itulah sebabnya, Farid berharap PSSI sebagai induk sepak bola tanah air serta PT LIB bisa membantu klub saat ini. Sebab dengan diundurnya kompetisi sampai tahun depan, membuat klub harus membayar banyak biaya tambahan, terutama gaji pemain.

“Dengan keputusan resmi ini, klub mengalami kerugian cukup besar. Makanya kami meminta PSSI bisa membantu finansial klub-klub yang sedang mengalami kesulitan ini,” imbuhnya.

Farid sadar PSSI dan PT LIB juga sedang mengalami masalah karena keuangan saat ini. Namun Borneo FC Samarinda berharap PSSI dan PT LIB punya solusi membantu klub yang sedang terpuruk dalam hal keuangan.

“Semua memang merasakan dampak pandemi Covid-19 ini. Tapi saya pikir ada harapan dari induk sepak bola kita membantu keuangan klub saat ini, sembari persiapan menuju kompetisi tahun depan,” tegasnya. (SU)