Tak adanya kejelasan lanjutan Liga 1 musim ini, membuat banyak klub seperti putus asa. Beberapa di antaranya bahkan menghentikan latihan. Sebagian lagi bahkan memulangkan pemainnya ke daerah masing-masing. Persebaya Surabaya, PSM Makassar, Persiraja Banda Aceh, Persela Lamongan dan beberapa tim lainnya memilih meliburkan pemainnya.

Dan hal itu pun dilakukan Borneo FC saat ini. Setelah sempat diliburkan dan menjalani latihan pada Selasa (21/10) lalu, manajemen akhirnya memutuskan untuk meliburkan tim kembali mulai hari ini. Keputusan meliburkan pemain tersebut disampaikan Presiden Borneo FC Samarinda, Nabil Husien Said Amin. Menurut Nabil, ketidakjelasan kompetisi membuat pihaknya harus mengambil keputusan tersebut.

“Kemarin menjadi latihan terakhir tim sementara waktu. Kami dan sudah pasti semua klub Liga 1 dan Liga 2, menunggu apa keputusan dari PSSI dan PT LIB terkait ketidakjelasan kompetisi ini,” ujar Nabil.

Menurut Nabil, seluruh tim saat ini memang menghadapi situasi ketidakpastian. Tim pelatih pun serba salah untuk terus memberikan program latihan kepada pemain. Namun di satu sisi juga ada kekhawatiran, jika akhirnya PSSI dan PT LIB benar-benar melanjutkan kompetisi pada 1 November mendatang. Masalah memang bukan pada induk sepakbola Indonesia tersebut, tetapi pada pihak keamanan yang mengeluarkan izin.

“Tapi kami dari klub ingin PSSI memberikan kepastian. Soal bagaimana mereka berkoordinasi dengan Polri, itu jadi tanggung jawab mereka. Kami dari klub hanya menunggu,” ujarnya.

Klub sendiri dipastikan mengalami kerugian cukup besar, imbas tidak adanya kepastian soal lanjutan Liga 1. Sebab klub terus membayar gaji pemain, pelatih serta staf di dalam klub. Sementara pemasukan klub sama sekali nihil saat ini.

“Makanya kami liburkan kembali tim saat ini. Soal kapan tim kembali latihan, semua tergantung bagaimana PSSI mengeluarkan keputusan. Apakah kompetisi dilanjutkan, atau mereka punya rencana lain nantinya,” kata Nabil mengakhiri. (SU)