Hasil Extraordinary Club Meeting Liga 1 2020 yang digelar di Yogyakarta kemarin telah keluar. Seluruh klub yang hadir menyetujui jika Liga 1 2020 kembali berlanjut pada 1 November mendatang. Hal ini pun direspon dengan baik oleh salah satu penggawa Skuad Pesut Etam, Sultan Samma.

"Alhamdulillah, PSSI dan klub setuju melaniutkan kompetisi, karena itu yang kami semua pemain harapkan," ucapnya.

Sultan menjelaskan jika adanya kompetisi sangat berpengaruh bagi sepakbola di Indonesia. Terlebih, tim nasional juga seringkali memantau pemain yang berlaga di kompetisi ini. Sehingga, dengan berjalannya Liga 1 ini ekosistem sepakbola di Indonesia bisa berjalan dengan baik.

"Nasib persepakbolaan Indonesia tergantung adanya Liga, nasib timnas juga tergantung Liga. Jika Liga tak jalan, maka timnas suatu negara tidak dapat diakui di dunia. Jadi sepatutnya dan seharusnya berjalan, karena di semua liga yang ada sudah melanjutkan kompetisi. Hanya negara Indonesia kita ini saja yang belum.

Namun, nasib berjalannya Liga 1 lagi-lagi mengambang. Walaupun hasil club meeting telah menyetujui berjalannya Liga 1, namun Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), tetap tak mengeluarkan izin keramaian. Hal ini pun disesali oleh pemain asli Samarinda ini.

"Buat kepolisian, saya sangat menyesalkan hal tersebut. Kita ini olahraga yang diisi atlet profesional dan kita sudah menjalankan protokol yang benar. Swab dua minggu sekali demi kelanjutan liga dan pertandingan sudah jelas tanpa adanya penonton. Apa yang ditakutkan lagi?," tanya Sultan.

Di situasi yang masih tak jelas ini, Sultan berharap pihak kepolisian bisa mengeluarkan izin agar kompetisi bisa berlanjut lagi. Karena menurutnya, banyak orang yang bergantung nasibnya pada sepakbola, termasuk dirinya dan rekan-rekannya yang lain.

"Saya berharap Liga segera mendapatkan izin dari kepolisian, karena ini menanggung NASIB orang banyak di sekeliling dunia persepakbolaan indonesia," harapnya. (AM)