Borneo FC Samarinda akan mengawali kiprahnya di kompetisi musim ini dengan langsung bertemu salah satu favorit juara, Persija Jakarta. Tim Macan Kemayoran yang musim lalu terseok-seok di papan bawah dan tengah, musim ini mengusung asa besar menjadi juara. Sederet pemain bintang diboyong, termasuk mantan bek Juventus, Marco Motta.

Namun para pemain Borneo FC Samarinda mengaku sudah sangat siap menghadapi pertandingan tersebut. Salah satunya adalah Sultan Samma. Pemain asli Samarinda ini mememastikan kesiapannya berkompetisi, terutama melakoni laga perdana.

“Seminggu jelang kompetisi, secara pribadi saya sudah sangat siap. Bekal fisik yang selama ini digenjot serta taktik yang diberikan, saya pikir sudah sangat maksimal. Tinggal memantapkan saja nanti jelang laga lawan Persija,” ujar Sultan.

Pemain yang sukses mempersembahkan medali perunggu bagi Kaltim di PON 2008 ini menambahkan, konsentrasi seluruh pemain kini hanya tertuju pada Persija. Memang banyak pertandingan akan dijalani Borneo FC, namun gengsi pertandingan pertama akan sangat terasa. Sebab Persija adalah tim besar dengan sarat ambisi musim ini.

“Kami hanya berpikir satu pertandingan saja dulu lawan Persija nanti bagaimana. Kami semua akan fokus di situ. Sebab pertandingan perdana selalu tak mudah, apalagi dimainkan di kandang lawan. Tapi kami pastikan, kami sudah siap untuk pertandingan nanti,” sebutnya.

Sebagai salah satu pemain di barisan depan, harapan kepada Sultan jelas sangat besar dalam urusan mencetak gol. Di musim lalu, pemain yang biasa di posisikan di sektor sayap dan gelandang menyerang ini, beberapa kali menjadi pemecah kebuntuan tim menjebol gawang.

Namun menghadapi Persija, dirinya sama sekali tak memikirkan mencetak gol. Baginya kemenangan tim jauh lebih penting dibandingkan dirinya mencetak gol. Di beberapa kali uji coba di Samarinda menghadapi PON Kaltim dan Sulut United, Sultan selalu menjadi salah satu pencetak gol.

“Kalau selama uji coba bisa cetak gol itu bonus. Bagi saya terpenting bagaimana tim ini bisa bermain bagus dan menang. Saya berpikir uji coba hanya untuk pemanasan saja. Yang jauh lebih penting adalah pertandingan resmi di kompetisi,” pungkasnya. (SU)