Nama Wahyudi Hamisi sempat raib di tim Borneo FC dalam beberapa pertandingan. Saat tampil di Piala Indonesia menghadapi Persib Bandung di babak perempat final, nama Koko, sapaan akrab Wahyudi Hamisi, bahkan tak ada dalam tim. Pun saat Borneo FC ditahan imbang Bhayangkara FC di pekan pertama Liga 1. Namun saat pertandingan kedua menghadapi Arema FC, Koko sudah ada dalam tim. Tak sekadar masuk dalam line up, Koko bahkan sempat bermain meski tak sampai 90 menit. Perannya digantikan Asri Akbar di babak kedua.

Dan menjalani pertandingan kembali bersama tim, jelas membuat Koko senang. "Ya, senang pastinya bisa kembali turun ke lapangan. Sudah lama saya tidak merasakan pertandingan setelah sempat cedera dan izin istri melahirkan. Alhamdulilah, saya bisa membantu tim meraih kemenangan," ujar Koko mengomentari penampilan debutnya di Liga 1 musim ini.

Koko menyadari persaingan di lini tengah sangat ketat saat ini. Namun hal tersebut tak lantas membuatnya hilang semangat. Justru ketatnya persaingan tersebut, membuat Koko lebih termotivasi untuk mendapatkan kembali posisinya sebagai pemain utama.

"Persaingan di lini tengah memang ketat sekarang ini. Positifnya, pelatih bisa melakukan rotasi dan membuat persaingan merebut starting eleven semakin menaik. Inilah sepak bola, semua penuh dengan persaingan tapi mengarah ke sesuatu positif," ujarnya lagi.

Koko mengatakan, kekuatan Borneo FC musim ini lebih baik dibandingkan musim-musim sebelumnya. Kehadiran beberapa pemain berpengalaman, ditambah racikan pelatih Mario “Julak” Gomez, diyakininya bisa membawa tim lebih baik meraih hasil di kompetisi.

"Saya sih berharap semoga musim ini berjalan dengan lancar dan kita bisa meraih apa yang dicitakan. Target manajemen sudah jelas, yakni berada di papan atas dan bisa bermain di Piala AFC musim depan,” pungkasnya. (SU)