Bertemu PSS Sleman di leg pertama babak 16 Besar Piala Indonesia, menjadi tantangan berikutnya bagi arsitek Borneo FC, Fabio Lopez. Sebab secara kualitas, lawannya kali ini punya kualitas lebih baik dibandingkan Mojokerto Putra yang dikalahkan dalam dua pertemuan.

Dan Sleman lolos ke babak 16 Besar setelah mengalahkan Barito Putera yang lebih berpengalaman di kasta utama sepak bola nasional. Yang menjadi tantangan lain bagi Fabio adalah, leg pertama pada 15 Februari mendatangakan dimainkan di Samarinda. Artinya leg kedua yang akan jadi penentu lolos tidaknya tim akan dimainkan di Stadion Maguharjo Sleman, yang selama ini dikenal dengan fanatisme luar biasa pendukungnya.

Fabio mengaku tidak ada keuntungan untuk Borneo FC karena menjamu lawannya terlebih dahulu. Justru ia menyebut ini sebuah tantangan, karena leg kedua main di kandang lawan.

Fabio pun akan mematangkan persiapan timnya dengan maksimal. Sebab bukan hanya menang di kandang yang menjadi target, tetapi juga berburu banyak gol agar di leg kedua bisa lebih mudah mengamankan pertandingan.

“Kalau ditanya apakah leg pertama main di Samarinda menguntungkan atau tidak, saya katakan tidak. Yang jelas kita harus bisa menang di Stadion Segiri karena ini kandang kita," ujar Fabio. (TAN)