Insiden jatuhnya pesawat yang menimpa Chapecoense membuat sepak bola dunia berkabung. Brazil sebagai negara asal klub tersebut pun menyatakan hari berkabung nasional selama 3 hari.


Hal yang sama juga dilakukan klub-klub di Indonesia, tak terkecuali Pusamania Borneo FC. Tim yang bermarkas di Samarinda itu sejak awal tampak merasakan duka yang dialami Chapecoense.


Mulai mengheningkan cipta diatas lapangan sebelum berlatih serta pemembuat jersey khusus bertuliskan Forca Chape turut mereka lakukan.


Maklum, dalam skuad Pesut Etam total ada empat orang yang berkebangsaan Brazil. Diantaranya, Edilson Tavarez, Flavio Beck Junior, Danilo Fernando dan Denimar Carlos. Bahkan Edilson Tavarez menjadi pemain yang tampak terpukul mengingat tiga orang yang berada dalam rombongan merupakan rekan Edi ketika masih merumput di Brazil.


Disisi lain, demi menghormati para pemain bola dari Chapecoense yang meninggal, lawan dari Chapocoense pada final Copa Sudamericana, Atletico Nacional of Meddelin memberikan piala kemenangan kepada Chapecoense.


Atletico Nacional secara resmi telah mengajukan permohonan ini kepada federasi tertinggi sepak bola Amerika Selatan yaitu CONMEBOL.


Beberapa klub besar di Brasil pun menunjukkan solidaritasnya dengan menawarkan peminjaman pemainnya, dan memohon kepada Federasi Sepak Bola Brasil untuk menjadikan Chapecoense tetap di divisi utama selama 3 tahun atau tidak didegradasi, hingga keadaan klub kembali normal. (**)

Dan berikut komentar beberapa skuad Pesut Etam atas tragedi yang menimpa rekan seprofesi mereka: Ponaryo Astaman "Kejadian yg mengejutkan. Turut berduka yg sedalam-dalamnya dan simpati buat chapecoense, Para korban, keluarga yg ditinggalkan jg suporter. Duka buat buat kita semua, tragedi bagi sepakbola," Zulkifli Syukur "Takut, karena kejadiannya bersamaan dengan keberangkatan kita ke Banjarmasin. Tapi inilah musibah, sewaktu-waktu dan kapan saja bisa menimpa siapapun, turut berduka cita atas kejadian ini, semoga tidak ada lagi terulang yang seperti ini," Sultan Samma "Turut berduka cita ya, sebagai pesepakbola, kami berada dalam lingkungan yang sama dengan mereka, ini jelas duka mendalam bagi kita semua, al fatihah untuk para korban," Terens Puhiri "Duka yang dalam bagi para korban dan orang-orang yang terkena dampak negatif atas kejadian ini, semoga tidak lagi terulang," Leonard Tupamahu "Kami bersyukur selalu diberikan perlindungan tuhan dalam perjalanan klub saya, Pusamania Borneo dan semoga masih ada mukjizat agar banyak yang selamat dari kejadian yang menimpa klub Chapecoense Real," Flavio Beck Junior "Sangat sedih sekali, semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan dikuatkan," Edilson Tavarez "Sulit untuk dipercaya, turut berduka cita untuk keluarga korban, semoga diberikan ketabahan," Pedro Javier (Paraguay) "Semoga tuhan selalu memberikan kekuatan terhadap keluarga korban yang ditinggalkan,"